Annotated Bibliography

 Annotated Bibliography

 

Agar e-learning dapat diterima dengan baik oleh pengguna, e-learning harus dipandang sebagai sistem sosial dan teknologi. Selain membangun teknologi, juga harus membangun tatanan sosial, hal ini sesuai dengan kajian berikut.

 

 

1) Priyanto, Sofyan, & Surjono (2017). The Determinants of E-Learning Usage by Teachers Of Vocational High Schools in the Yogyakarta Special Region. Jurnal Pendidikan Vokasi,7, 1, 7-13.

 

Dari hasil penelitian dalam artikel ini membuktikan bahwa ada pengaruh dari niatan/intensi dari user dalam maksimalnya penggunaan e-learning, ligkungan sosial dan kondisi terfasilitasi mempunyai pengaruh signifikan pada penerimaan teknologi e-learning di SMK baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengaruh lingkungan sosial sangat signifikan terhadap penggunaan dan niatan si pengguna untuk mempunyai kultur/kebiasaan menggunakan e-learning. Dapat disimpulkan bahwa pengaruh lingkungan sosial pada penggunaan e-learning terhubungkan dengan baik dalam persepsi pengguna pada kegunaan dan niat untuk menggunakan e-learning. Penggunaan e-learning terjembatani dengan baik oleh tiga variabel utama penerimaan teknologi yaitu persepsi kemudahan penggunaan, persepsi kesesuaian dan niat untuk menggunakan. Yang dapat disoroti dari artikel ini diantaranya adalah 1) perlunya perbaikan strategi implementasi sistem e-learning dari perspektif lingkungan sosial dan kondisi terfasilitasi, 2) sekolah hanya up to date pada peralatan hardware dan software dan pelatihan guru, seharusnya kedepan masalah lingkungan sosial, kondisi terfasilitasi dalam dukungan teknis (domain pedagogis guru dan teknologi) harus diperhatikan juga dalam implementasi e-learning di sekolah, 3) dukungan dari pembuat kebijakan pada pembentukan lingkungan sosial yang kondusif dalam pelaksanaan e-learning perlu diberikan sehingga penggunaan e-learning system menjadi kultur di sekolah yang terus mendukung penerimaan teknologi secara berkelanjutan dan tidak kaku pada satu model saja, namun terus berkembang.

 

2) Priyanto (2017). E-Learning sebagai Sistem Sosio-Teknis: Strategi Pengembangan E-Learning di Pendidikan Vokasi untuk Meningkatkan Penerimaan Pengguna. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Vokasional (SNPV), 6 Februari , 163-169.

 

Inti dari artikel ini menggambarkan tentang rendahnya tingkat penerimaan penggunaan e-learning di pendidikan vokasi karena selama ini pengembangan hanya difokuskan pada dimensi teknologi tanpa mengembangkan dimensi sosial. Dalam perspektif sosio-teknis, implementasi e-learning lebih tepat karena menyangkut pada subsistem sosial dan subsistem teknologi. Pendekatan sosio-teknis memvalidasi empat komponen independen penting namun saling bergantung dan terpengaruh yaitu teknologi, tugas, struktur, dan manusia. Pada komponen manusia sebagai makhluk sosial, jika e-learning diterapkan disekolah namun belum menjadi kultur di lingkungan tersebut maka perlu dikaji menggunakan  sistem sosio-teknis untuk mengukur penerimaan teknologi tersebut di sekolah dan pengaruhnya pada kultur sekolah tersebut.  

 

 

 

 

Komentar